Selasa, 24 Juli 2012

BUKU BESAR


A. Buku Besar dan Kegunaannya

Sebagaimana dijelaskan pada bab terdahulu bahwa buku besar (General Ledger ) merupakan buku yang berisi kumpulan akun-akun perusahaan. Buku besar merupakan buku yang berisi kumpulan akun- akun neraca dan akun-akun laba rugi
Akun sering pula disebut sebagai rekening atau perkiraan. Akun-akun yang terdapat dalam neraca disebut sebagai akun terbuka atau akun riill, dan akun ini memiliki saldo yang dilaporkan dalam neraca. Contohnya adalah akun kas, akun piutang, akun perlengkapan dan sebagainya.
Sedangkan akun-akun yang terdapat dalam rugi laba disebut sebagai akun nominal atau akun tertutup. Dikatakan demikian karena akun-akun ini harus dinolkan pada akhir periode dengan membuat jur nal penutup. Contoh akun yang terdapat dalam laporan laba rugi diantaranya beban operasi, beban pemasaran, beban gaji, pendapatan jasa, pendapatan sewa dan sebagainya.



B.   Bentuk-Bentuk Buku Besar
Bentuk buku besar meliputi bentuk T, dua kolom, lajur tunggal untuk saldo, dan lajur rangkap untuk saldo. Contoh bentuk buku beasr sebagai berikut:
1.    Bentuk T
Bentuk buku besar menyerupai huruf T, maka perkiraan ini disebut bentu T. bentuk T terdiri dari empat bagian, yaitu nama perkiraan, nomor perkiraan, sisi kiri debet dan sisi kanan kredit. Perhatikan contoh berikut.
Nama Akun                               Nomor:
                     Debet


                       Kredit

2.    Bentuk Dua Kolom
Bentuk ini dibagi menjadi dua sisi, yaitu sisi kiri dan sisi kanan, yang masing-masing sisi terbagi beberapa kolom. Bentuk buku besar dua kolom adalah sebagai beriku.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Tanggal
Keterangan
Ref
Kredit

























3.    Bentuk Bersaldo/Bentuk Bersisa
Bentuk buku besar bersisa karena pada akun ini disediakan kolom khusus yang mencatat sisa akun setiap terjadi perubahan akibat transaksi. Bentuk bersaldo ini dapat di bedakan menjadi dua, yaitu bentuk lajur tunggal untuk saldo dan bentuk lajur rangkap untuk saldo.
a.    Bentuk Lajur Tunggal untuk Saldo
Bentuk buku besar ini terdiri dari kolom tanggal, keterangan, referensi, debet, kredit, keterangan (D/K), dan saldo.

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
D/K
Saldo



















b.    Bentuk Lajur Rangkap untuk Saldo
Bentuk buku besar lajur rangkap untuk saldo sama dengan bentuk lajur tunggal untuk saldo, hanya perbedaannya terletak pada kolom saldo, yaitu terbagi atas saldo debet dan saldo kredit. Perhatikan contoh di bawah ini.
Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Kredit
Saldo
Debet
Kredit



















Keterangan:
a)    Lajur tanggal diisi dengan tanggal terjadinya transaksi
b)    Lajur keterangan hanya digunakan untuk menguraikan hal-hal yang yang berkaitan dengan transaksi
c)    Lajur ref (referensi) diisi dengan nomor halaman jurnal sebagai sumber pembukuan
d)    Lajur debet diisi dengan jumlah yang harus dibukukan pada sisi kiri atau sisi debet
e)     Lajur kredit diisi dengan jumlah yang harus dibukukan pada sisi kanan atau sisi kredit
f)     Lajur saldo diisi dengan jumlah saldo dari perkiraan yang bersangkutan

C.   Cara Melakukan Posting ke Buku Besar
Setelah pencatatan ke dalam jurnal selesai, tahap selanjutnya memindahkan catatan yang terdapat dalam jurnal ke buku besar atau disebut posting. Ada beberapa langkah bagaimana cara memindahkan dari jurnal ke buku besar, yaitu:
(1)  pindahkan tanggal kejadian dalam jurnal ke lajur perkiraan yang bersangkutan pada buku besar;
(2)  pindahkan jumlah debet atau kredit dalam jurnal ke lajur debet atau kredit perkiraan buku besar;
(3)  catat nomor kode akun ke dalam kolom referensi jurnal sebagai tanda jumlah jurnal telah dipindahkan ke buku besar;
(4)  catat nomor halaman jurnal ke dalam kolom referensi buku besar setiap pemindah bukuan.

Untuk lebih memahaminya, berikut ini diberikan contoh sebagai gambaran yang jelas bagi kamu. Perhatikan garis putus-putus yang ada pada contoh buku jurnal dan buku besar di bawah ini.

Hlm. 1
Tanggal
Keterangan
Ref.
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
2011
Feb

17

Kas
         Modal, Amalia

101
301

50.000



 
50.000







Kas                                                                                                             101
Tanggal
Keterangan
Ref.
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo
Debet
Kredit
2011
Feb

17

Kas

JU.1

50.000


50.000










Modal, Amalia                                                                                          301
Tanggal
Keterangan
Ref.
Debet (Rp)
Kredit (Rp)
Saldo
Debet
Kredit
2011
Feb

17

 Modal, Amalia

JU.1


50.000


50.000









A.   Pengkodean Akun dalam Buku Besar
Pada proses pemindahbukuan tersebut, terdapat nomor perkiraan dari buku besar yang dipindahkan ke dalam jurnal. Setiap nomor perkiraan tersebut, di antaranya dibuat dengan tujuan mempermudah peng- indentifikasian, pengelompokan, dan penyajian data setiap perkiraan dalam proses akuntansi. Nomor perkiraan disebut kode perkiraan atau kode akun. Pemberian nomor perkiraan dapat dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya pemberian kode atau penomoran secara numerical, desimal, atau kombinasi huruf dan angka.
Penomoran Secara Numerical
Nomor perkiraan secara numerical dibuat dengan menggunakan angka 0 sampai 9. Contoh penomoran secara numerical, yaitu sebagai berikut.

Nomor Perkiraan
Nama Perkiraan
1
Aktiva
 10
Aktiva lancar
101                             
102                             
103                             
Kas
Piutang usaha
Perlengkapan
11                               
Aktiva tetap
111                             
112
113
114
115
116
2
20
201
202
203
21
211
212
3
30
301
31
 Peralatan
Akumulasi penyusutan peralatan
Gedung
Akumulasi penyusutan gedung
Kendaraan
Akumulasi penyusutan kendaraan
Kewajiban
Kewajiban jangka pendek
Utang usaha
Utang gaji
Utang bunga
Kewajiban jangka panjang
Utang bank
Utang hipotek
Modal
Modal pemilik
Modal Nona Amalia
Pengambilan pemilik
311
4
40
401
41

Nomor Perkiraan
Pengambilan pribadi/prive Nona Amalia
Pendapatan
Pendapatan usaha
Pendapatan salon
Pendapatan di luar usaha

Nama Perkiraan
411
5
50
501
502
503
504
51
511
Pendapatan bunga
Beban
Beban usaha
Beban gaji
Beban iklan
Beban listrik
Beban telepon
Beban di luar usaha
Beban bunga

1.    Penomoran Secara Desimal
Nomor perkiraan secara desimal dibuat berdasarkan kelompok tertentu dengan menggunakan nomor 0 sampai 9. Nomor perkiraan secara desimal dibuat berdasarkan banyaknya perkiraan, misalnya dua desimal, tiga desimal, atau empat desimal.
Langkah pertama dalam membuat nomor perkiraan secara desimal, yaitu membagi perkiraan menjadi beberapa kelompok seperti berikut.
Kelompok 1: perkiraan aktiva lancar
Kelompok 2: perkiraan aktiva tetap
Kelompok 3: perkiraan utang jangka pendek
Kelompok 4: perkiraan utang jangka panjang
Kelompok 5: perkiraan modal
Kelompok 6: perkiraan pendapatan
Kelompok 7: perkiraan beban
Kelompok tersebut dibagi lagi menjadi beberapa golongan. Misalnya, kelompok perkiraan aktiva dibagi menjadi beberapa golongan sebagai berikut.
10           kas
11           piutang usaha
12           perlengkapan
Selanjutnya, golongan tersebut dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis. Misalnya, golongan piutang usaha dan perlengkapan dibagi menjadi seperti berikut.
111         piutang usaha
112         sewa dibayar di muka/piutang sewa
113         wesel tagih/piutang wesel
121         perlengkapan toko
122         perlengkapan kantor
Jika jumlah perkiraan tidak cukup dibuat dalam tiga desimal, nomor perkiraan dapat dibuat dalam empat desimal. Misalnya, kas diberi nomor 1011, piutang usaha 1101, piutang bunga 1102, piutang sewa 1103, piutang wesel 1104, perlengkapan toko 1201, dan perlengkapan kantor 1202.

2.    Penomoran Kombinasi Huruf dan Angka
Perkiraan dapat juga dibuat dengan menggunakan kombinasi huruf dan angka, contohnya seperti berikut.
A - 111   Aktiva berupa kas
A - 112   Aktiva berupa piutang usaha
A - 113   Aktiva berupa perlengkapan
A - 121   Aktiva berupa peralatan
A - 122   Aktiva berupa gedung
K - 211   Kewajiban berupa utang usaha
K - 212   Kewajiban berupa utang bunga
M - 311   Modal berupa modal pemilik
M - 312   Modal berupa pengambilan pribadi
P - 411   Pendapatan berupa pendapatan jasa
P - 412   Pendapatan berupa pendapatan bunga
B - 511   Beban gaji
B - 512   Beban iklan
B - 513   Beban listrik
B - 514   Beban telepon

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar